Cerita Rimbun nya Bambu Petung,Sensasi Mistis Abadi

Pohon bambu bagi sebagian warga masih ditandai dengan suasana mistis. Demikian juga di Dusun Jibru, Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Namun, hal mistis ini seakan menawarkan sensasi tersendiri. Karena dipadukan dengan suasana sejuk dan asri serta keindahan rangkaian pohon bambu yang tumbuh alami. Sangat menarik bagi pemburu satwa liar yang eksotis.

Baru-baru ini, di sinilah sebagian besar varietas spesies petung bambu menjadi hit di berbagai media sosial. Tampilan yang masih sangat alami dan berbeda dari kebanyakan hutan lainnya,hutan yang dipenuhi oleh bambu ini tentunya sangat menarik bagi para fotographer.

Cerita Rimbun nya Bambu Petung,Sensasi Mistis Abadi

Daya tarik utama adalah pemandangan indah sejumlah pohon bambu dengan suasana alam. Pesona alam sudah terlihat sejak pintu masuk ke tempat itu. Setelah jalan desa, pengunjung diberikan jalan berbatu yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat setempat untuk mendukung akses ke kawasan hutan bambu.

Namun, jika Anda menginginkan lokasi yang lebih alami, pengunjung harus mengambil jalan kaki singkat. Di sepanjang jalan menuju desa, pengunjung menikmati pemandangan sawah hijau, dilengkapi dengan tempat makan atau minum dan kafe desa untuk bersantai dan menikmati suasana Trawas yang menenangkan.

Ditambah dengan suasana mistis karena dekat dengan semacam pon dari masyarakat sekitarnya, sering digunakan untuk berkah. Warga setempat menamakan pon ini dengan Mbah Mulyojoyo dan Siti Fatimah.

Menurut legenda setempat, keduanya diyakini sebagai suami dan istri (pasangan), yang merupakan tetua yang melindungi desa dari kerahasiaan kuda. Hutan bambu Petung Seribu di desa Belik sendiri memiliki ukuran 3,5 hektar.

Dan itu hanya sekitar 4 kilometer (km) dari pusat kabupaten Trawas atau dalam 5 menit. Untuk hiking atau olahraga lintas alam, area ini juga dapat dicapai dengan berjalan kaki dari salah satu hotel terkenal di Trawas, yang sangat dekat satu sama lain.

Dengan rute, yang masih sangat alami dan ekstrem, pasti akan merangsang andrenalin. Namun, rute ini tidak disarankan bagi mereka yang tidak mengenal medan dengan baik.

Kepala desa Belik Morsidi mengatakan bahwa daya tarik masyarakat sekitar dan sejumlah mahasiswa di salah satu universitas di Sidoarjo adalah dasar untuk menjadikan kawasan hutan bambu di desa Belik sebagai kawasan ekowisata bernama Wisata Bambu Seribu Petung.

Dengan harapan meningkatkan ekonomi dan kehidupan masyarakat sekitar, tentu saja. Morsidi menambahkan bahwa rencana pengembangan pariwisata desa dirancang dengan cara ini. Berbagai titik foto menarik dan baris paviliun direncanakan di kawasan hutan bambu ini sehingga pengunjung dapat bersantai dan menikmati kesejukan dan keindahan alam.

Tak ketinggalan masakan dan kerajinan bambu khas desa ini. Sayangnya, pengembangan Hutan Bambu Petung Seribu sebagai objek wisata masih dibatasi oleh anggaran dan fasilitas yang lebih tepat.

Meski banyak diburu untuk pemburu foto, kawasan hutan bambu Petung Seribu belum banyak dieksplorasi. Pengunjung masih dapat memasuki area ini tanpa harus membayar tiket.

Meskipun suasana di sini sebenarnya sangat tidak biasa dan alami, masih banyak yang perlu dilakukan untuk membuat Hutan Bambu Petung Seribu menjadi daerah wisata utama di desa Belik dan daerah Trawas pada umumnya, tambah Morsidi.

Pendapat Morsidi dikonfirmasi oleh Siti, salah satu warga desa yang membuka warung kopi dengan konsep desa. Menurutnya, keberadaan Wisata Hutan Bambu Petung Seribu sebagai kawasan ekowisata akan berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung kafe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *